Masa pacaran, menjalin hubungan dengan orang terkasih merupakan masa-masa paling indah dalam setiap pasangan muda. Namun saat keduanya memutuskan untuk meningkatkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan, apakah keduanya benar-benar siap untuk menjalani hidup bersama?
“Till death do us part” begitu bunyi perjanjian tersebut, yang menyiratkan janji sehidup semati bagi Anda dan pasangan yang memutuskan untuk menjalani hidup bersama di dalam sebuah pernikahan. Sebuah keputusan yang menuntut komitmen dari kedua belah pihak. Tanpa komitmen dan kesiapan mental, setelah beberapa lama menikah, setelah momen manis bulan madu berlalu, pasangan dilanda berbagai masalah yang bila tidak segera diselesaikan akan menyebabkan stress berkepanjangan.
Lalu, apa sajakah masalah yang mungkin terjadi dalam kehidupan pernikahan yang berpotensi menyebabkan stres dan bagaimana mengatasinya?
- Masalah Keuangan
Pada saat memutuskan untuk melangsungkan pernikahan, tentunya Anda dan pasangan sudah memahami kondisi keuangan Anda berdua. Bila memang dirasa sudah cukup mapan dan mampu membiayai sebuah keluarga, maka memang sudah sepantasnya Anda menikah. Namun bila Anda dan pasangan masih berada di posisi yang ‘kurang aman’ tapi yakin untuk menjalani kehidupan bersama. Maka jagalah keyakinan tersebut dengan membuat beberapa rencana keuangan dan berusaha lebih keras untuk mempersiapkan segala biaya yang akan dibutuhkan, terutama bila sang buah hati telah hadir di kehidupan Anda berdua. Dengan demikian, Anda tak perlu stress tak menentu, tinggal menjalani rencana yang sudah Anda buat, dan tentu saja berdoa kepada Tuhan.
- Perbedaan
Beberapa perbedaan antara pasangan kerap baru diketahui setelah menikah dan tinggal serumah. Lantaran perbedaan-perbedaan ini, tak jarang menimbulkan percikan dan perdebatan-perdebatan kecil yang apabila tidak segera ditangani berpotensi menjadi perdebatan besar. Cobalah untuk mendinginkan suasana hati, bicarakan baik-baik dan cari jalan tengah untuk perbedaan-perbedaan tersebut agar tak lagi menimbulkan masalah.
- Merasa berjuang sendiri
Dalam menjaga dan mempertahankan keharmonisan sebuah rumah trangga, diperlukan usaha dan keterlibatan dari kedua belah pihak . Bila hanya salah satu pihak saja yang terus berusaha memperbaiki keadaan, menjaga situasi agar tetap kondusif, sementara pihak yang lain terkesan acuh tak acuh, tentunya lama kelamaan ia akan merasa lelah dan frustasi. Ingat, hubungan yang harmonis bisa terjalin atas usaha dari dua pihak, bukan hanya satu pihak.
Saat Anda danpasangan memutuskan untuk hidup bersama, seharusnyalah kehidupan itu indah, walau ada riak-riak kecil yang timbul. Namun jangan sampai riak kecil tersebut merusak kebahagiaan yang Anda bercita-citakan. Ajak pasangan Anda untuk duduk bersama membicarakan segala hal yang menjadi sumber masalah. Lalu bersiaplah untuk kembali berbahagia karena Anda dan pasangan akan terus bergandengan tangan menghadapi bersama segala masalah yang ada dan akan ada di kemudian hari.
Foto : Dok. Istimewa